Biografi Sejarah Way Kanan

 


Kabupaten Way Kanan terdiri dari Lima Kebuayan (buay = silsilah keturunan bangsa Raja) yakni Buay Semenguk, Buay Baradatu, Buay Barasakti, Buay Pemuka dan Buay Bahuga. Yang pada akhirnya membentuk komunitas Lima Kebuayan – Way Kanan.

Orang Lampung yang dimaksud adalah orang yang berbahasa Lampung dan beradat Lampung. Provinsi Lampung adalah daerah transmigrasi yang dibuka sejak tahun 1905, sehingga yang terbanyak adalah orang Jawa, di samping suku bangsa lainnya. Bisa dikatakan sudah tidak ada lagi daerah tertutup yang tidak didiami penduduk pendatang, kecuali di beberapa tempat yang belum padat penduduknya.

PAKSI PAK TUKET PEDANG
Dikisahkan sebuah keluarga dengan pimpinan Tuan Purba Matahari masuk ke Lampung. Keluarga ini berperahu selama bertahun-tahun, dari lautan lalu menyusuri sungai besar ke arah hulu. Akhir perjalanan mereka menetap di hulu sungai.
Dalam perkembangannya keluarga ini bergerak ke Sekala Brak, Keluarga yang kemudian bercucung pinak ini keturunannya pindah dan berpencar membangun kampung dan peradaban. Beberapa keturunannya masuk ke wilayah Way Kanan membentuk dua komunitas yang disebut Poyang Kuasa cikal bakal Buay Semenguk dan Poyang Pandak Sakti cikal bakal Suku Pak Ngepuluh. Pada awalnya Poyang kuasa masuk mengikuti sungai Umpu dan berkembang di Selatan Way Kanan. Sementara perjalanan keturunan kelompok Poyang Pandak Sakti yang di pimpin oleh Minak Ratu Putra menetap di Cingiue dan berkembang terus ke Rebah Canggung dan selanjutnya tersebar hingga ke Tahmi. Di Tahmi mereka membangun komunitas terdiri dari 40 rumah. Komunitas inilah yang kemudian menjadi Suku Pak Ngepuluh.

Beberapa kepala keluarga dari kelompok suku datang dari Bukit Siguntang Sumatera Selatan mereka terdiri dari:
1. Cucung Dalam
2. Naga Berisang
3. Dayang

Keturunan Naga Berisang dipimpin oleh Puyang Sakti, ia berjumpa dengan Puyang Serata Di Langik, Puyang Kuasa dan Pandak Sakti. Mereka berempat membentuk persekutuan “Paksi Pak Tukket Pedang” terdiri dari:
1. Puyang Sakti (Buay Bulan)
2. Puyang Kuasa (Buay Semenguk)
3. Puyang Serata Di Langik (Buay Nuwat)
4. Puyang Pandak Sakti (Suku Pak Ngepuluh)

Konon dari Paksi Pak Tukket Pedang inilah peradaban yang lebih maju berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Lampung.


Posting Komentar

0 Komentar