![]() |
| Foto Ilustrasi |
Tidak jauh dari situs Batu Kepapang (batu bercabang, tempat sesembahan suku tumi dan hukuman zaman Kerajaan Sekala Brak Ranji Pasai), terdapat Makam keramat yang oleh masyarakat disebut dengan Begukh Sakti. Tempat keramat yang oleh masyarakat sekitar dibuatkan sebuah bangunan berbentuk rumah kecil berwarna putih yang didalamnya terdapat batu-batu menhir yang tersusun. Di sinilah makam Begukh Sakti.
Yang Menurut cerita Begukh Sakti adalah merupakan panglima perang Buay Belunguh yang ditugaskan menjaga daerah Krui (Kab. Pesisir Barat saat ini). Panglima Begukh Sakti memiliki nama asli M. Syarifudin, panglima begukh sakti merupakan sosok panglima yang memiliki ilmu kedigjayaan tingkat tinggi, kulitnya tidak tertembus oleh berbagai jenis senjata.
Dalam tugasnya panglima Begukh Sakti adalah penanggung jawab dalam menjaga wilayah krui dari kedatangan dan gangguan dari penjajah asing, Panglima Begukh Sakti memimpin penduduk untuk melakukan perlawanan terhadap portugis yang dipimpin oleh Diegopachece yang berlayar dari malaka pada tahun 1520, kemudian Panglima begukh juga melakukan perlawanan terhadap kompeni Belanda yang dipimpin oleh Willem Lodewijock tahun 1596 sehingga berkali-kali para penjajah tersebut gagal untuk mendarat dipantai krui.
Ghanimah atau harta hasil rampasan perang dari Panglima Begukh Sakti dibawa ke Lamban Gedung Kenali Paksi Buay Belunguh, yaitu berupa baju besi, kopiah hulubalang dari kulit kerbau yang merupakan topi waja para tentara, meriam dengan lukisan khas portugis dll.
Karena dalam kisahnya panglima begukh merupakan seorang yang sakti mandraguna dan belum pernah terkalahkan
Oleh musuh, yang kemudian timbul rasa bosan dari sang panglima untuk berperang. Kemudian panglima begukh menyampaikan kelemahannya kepada anak buahnya, Dia meminta kepalanya dipenggal dengan sembilu yang terbuat dari bambu tanpa ruas (dalam bahasa daerah tersebut yaitu Bamban Bukhung). Setelah kepalanya bercerai dari badannya, kepala sang panglima dibawa pulang dan dimakamkan di Kenali. Pemakaman ini oleh masyarakat disebut keramat Begukh Sakti.
Tubuh Begukh Sakti sendiri dimakamkan di Krui, yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Keramat Slalau.
Itulah yang menyebabkan sebahagian masyarakat yang merupakan keturunan dari panglima Begukh Sakti sampai saat ini terlarang untuk menggunakan bambu yang diwilayah tersebut dinamakan Bamban Bukhung, atau dengan kata lain menurut bahasa daerah belalau disebut Pattangan.

0 Komentar